Sindir Diri : "Segala yang Tidak Tulus"


Aku memikirkan berbagai hal. Aku melihat berbagai hal. Aku mendengar berbagai hal. Aku merasakan berbagai hal. Aku mencium berbagai hal.Aku memikirkan dirimu. Aku melihat wajahmu. Aku  mendengar tentangmu. Aku merasakan kehadiranmu. Aku mencium aromamu.Dan kau tahu apa pendapatku tentangmu?Pertama, kau tampan. Kedua, kau menawan. Ketiga, kau hebat. Keempat, kelima, keenam, dan seterusnya, kau nyaris sempurna.Awalnya, kupikir  dirimu luar biasa. Namun kenyataannya, kau tak ada apa-apanya. Kau membosankan karena membuatku bosan. Kau ternyata tidak berharga....Hatimu...Tidak ada harganya.Walau kau tampan, menawan, hebat, dan lainnya. Kau tak memiliki nilai untuk hatimu. Nol!!!Kau bahkan tak layak disebut seorang manusia jika kau tidak memiliki hati. Apalah fungsi rupa yang sempurna bila kau memiliki banyak cacat di hatimu. Hanya berfungsi untuk menipu mata yang awam demi sebuah imej yang sempurna, ‘baik’? Sangatlah munafik...Aku berbicara bukan karena merasa cukup naif untuk berkata. Bukan juga untuk menyindir. Hanya untuk mengungkapkan apa yang aku pikirkan sebagai makhluk yang telah diberikan akal yang sempurna oleh Tuhan. Dan setidaknya untuk membuatmu mendengar sedikit kebenaran walau itu sesuatu yang pahit.Namun setidaknya, kuharap kau berfikir lebih baik setelah ini. Setampan-tampannya rupa seseorang, tak akan ada yang bisa menandingi kerupawanan milik hati yang suci. Kuharap kau juga dapat mengerti ‘suci’ yang sesungguhnya. Bukan hanya di depan sorot kamera, namun juga di dalam gelap gulita...Bukan hanya sekedar untuk pencitraan...

...tapi benar-benar dari hati.

Komentar

Postingan Populer